Companyprofile page for Sahabat Finansial Keluarga PT including stock price, company news, press releases, executives, board members, and contact information
FINANSIALDENGAN KINERJA KARYAWAN Pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk (Kantor Cabang Slamet Riyadi Surakarta) Keluarga tercinta terutama Ibu, Bapak, Mas Candra, Mbak Emi, Mas Sahabat-sahabat penulis : Oktavia Gesty, Anindya Dika, Latifa Nur Sabrina, Azizaini Lathifah, Iqlima, Wijiningsih, dan Riyana yang tak pernah henti
YayasanLentera Sahabat adalah sebuah yayasan non profit dan bergerak di bidang sosial yang concern membantu sahabat kecil (anak-anak) yang sedang mengalami sakit dan membutuhkan bantuan dalam bentuk pendampingan finansial, administratif dan psikologis. Adapun kegiatan dari Yayasan Lentera sahabat adalah melakukan penggalangan dana dan menyalurkan kepada Pasien (sahabat) yang membutuhkan bantuan.
PelanggaranEtika Profesi Pada Kasus Manipulasi Laporan Keuangan PT Sunprima Nusantara Pembiayaan Penipuan ini bisa bersifat finansial atau non-finansial. Laporan keuangan tidak mencerminkan keadaan yang seharusnya terjadi di perusahaan, sehingga keputusan para pengguna laporan keuangan menjadi tidak masuk akal dan berdampak tidak
Catalog For You; Jawa Pos. Tanggapan Sahabat Finansial Keluarga 2015-07-14 - . MENINDAKLANJUTI keluhan yang dimuat di rubrik Pembaca Menulis Jawa Pos (1/7) yang ditulis Bapak Faqih Chamdani dengan judul Tagihan Dibayar, SFK Anggap Belum Lunas terkait dengan kartu kredit GE Money, kami menyampaikan bahwa SFK telah bertemu dengan Bapak Faqih Chamdani.
BUAHROH [RAKA HAPPY] Bacaan : Yohanes 15 : 4. Tinggalah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Suatu hari Sella sedang bermain di pekarangan rumah dengan Cia. Cia
Untukitu K-Link international Sdn, Bhd atau untuk yang di Indonesia PT. K-Link Nusantara hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membantu mengatasi masalah kesehatan anda dan keluarga. K-Link memiliki dewan direksi & team yang berpengalaman dan mempunyai visi serta semangat untuk memberi
Kiprah69 Tahun BTN Menjadi Sahabat Keluarga Indonesia, Termasuk Generasi Milenial nan Digital Jika dulu berfokus pada pembiayaan hunian, kini BTN juga menjadi sahabat generasi milenial yang hidupnya begitu digital. Pengalaman mengenal BTN untuk pertama kalinya. hasil kerja sama dengan PT Pos Indonesia (Persero)
Agarkamu bisa terus jalani hidup penuh makna bersama keluarga dan sahabat. Now, tomorrow, together. Jago adalah aplikasi finansial yang bekerja dengan prinsip life-centric. Dengan Aplikasi Jago, mengelola keuangan menjadi lebih mudah, kolaboratif dan inovatif, sehingga kamu dapat lebih berfokus menjalani hidup, bersama keluarga dan sahabat
tingkatPT (dari jenjang SMA sederajat) & seleksi Awardee Bright Scholarship melalui jalur afirmasi. Memiliki keterbatasan finansial; Hanya 1 (satu) awardee dalam 1 KK atau surat keterangan susunan keluarga; Bagikan informasi ini kepada sahabat dan keluarga anda yang sangat membutuhkan bantuan biaya pendidikan untuk sekolah dan kuliahnya.
d3zay. Bank Bangkok resmi menjadi pemegang saham mayoritas Bank Permata. Bank Bangkok dilaporkan menyepakati pembelian saham Bank Permata sekitar 89,12 persen dari Standard Chartered Bank dan PT Astra International, Tbk. Kesepakatan pembelian saham Bank Permata oleh Bank Bangkok diumumkan pada Kamis 12/12. Dalam kesepakatan tersebut, Bank Bangkok disebut-sebut menggelontorkan dana senilai Rp 37,43 triliun atau senilai US$ 2,6 miliar buat mengakuisisi saham yang dipegang Standard Chartered Bank dan PT Astra International, Tbk. Asal tahu aja, harga per lembar saham Permata yang disepakati adalah harga saham per September 2019 dengan harga Rp per lembar. Standard Chartered seperti yang diberitakan Kontan menyatakan raup laba bersih US$ 500 juta atau sekitar Rp 7 triliun. Berita pembelian saham ini menjadi salah satu berita yang dinanti-nanti banyak investor. Pasalnya, beberapa pihak sempat diisukan bakal membeli Permata, mulai dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation, OCBC Singapura, Mayapada Group, DBS Bank Singapura, Mitzhuo, hingga PT Bank Mandiri, Tbk. Di balik pengumuman pembelian menjelang akhir tahun 2019 ini, ada beberapa fakta menarik tentang Bank Permata. Seperti apa faktanya? Berikut ini ulasannya. Baca juga Bank Bangkok Resmi Menjadi Pemegang Saham Baru Bank Permata! 1. Bank Permata beroperasi sejak tahun 1955 yang awalnya bernama PT Bank Bali, Tbk. Permata beroperasi sejak tahun 1955 yang awalnya bernama PT Bank Bali, Tbk, Kegiatan yang dijalankan Permata di Indonesia terbilang lama. Bank ini mulai berdiri pada 17 Desember 1954 dan mulai beroperasi pada 5 Januari 1955. Dulunya bank ini berdiri dan beroperasi dengan nama PT Bank Bali, Tbk. Semula bank swasta ini mengantongi izin beroperasi sebagai bank umum yang diperoleh pada 19 Februari 1957. Belakangan, bank ini juga mendapat izin menjalankan kegiatan sebagai bank devisa pada 8 Mei 1956. Kemudian izin kegiatan perbankan syariah didapat pada 5 Oktober 2004. Baca juga Mau Dana Rp 350 Juta dengan Bunga 0,55 Persen? Pinjaman Ini Bisa Jadi Pilihan 2. Menyebut dirinya sebagai bank BUKU 3, Bank Permata punya anak perusahaan, yaitu PT Sahabat Finansial Keluarga Menyebut dirinya sebagai bank BUKU 3, Bank Permata punya anak perusahaan, yaitu PT Sahabat Finansial Keluarga, Permata dalam informasi di website resminya menyatakan dirinya sebagai bank BUKU 3. Apa itu bank BUKU 3? Bank BUKU 3 adalah bank dengan modal inti Rp 5 triliun – Rp 30 triliun. Sebagai perusahaan, Bank Permata rupanya anak perusahaan atau entitas anak di bidang pembiayaan konsumen consumer finance, yaitu PT Sahabat Finansial Keluarga. Perusahaan ini diketahui berdiri pada tahun 1994 yang awalnya bernama PT GE Finance Indonesia. Pada 8 Desember 2010, PT Sahabat Finansial Keluarga secara resmi diakuisisi PT Bank Permata, Tbk. dari GE Capital International Holdings Corporation dan PT General Electric Services. Buat informasi aja nih, perusahaan pembiayaan ini telah berstatus sebagai perusahaan terdaftar dan terawasi Otoritas Jasa Keuangan OJK. 3. Sahamnya dijual ke publik pada 1990 dan terakhir dimiliki Astra International dan Standard Chartered Bank Sahamnya dijual ke publik pada 1990 dan terakhir dimiliki Astra International dan Standard Chartered Bank, Status sebagai perusahaan go public resmi disandang Permata sejak 15 Januari 1990. Saham perusahaan ini terpampang di papan Bursa Efek Indonesia BEI dengan kode BNLI. Harga jual saham perdananya saat itu berada di angka Rp per lembar. Kini harga jual sahamnya sendiri berada di angka Rp per lembar. Dari laporan keuangan yang terakhir dirilis, saham BNLI dimiliki dalam jumlah besar oleh PT Astra International, Tbk. sebanyak lembar atau 44,56 persen. Lalu Standard Chartered Bank memegang sebanyak lembar atau 44,56 persen. 4. Sepanjang tahun 2018, Permata bukukan laba sebesar Rp 901,25 miliar Sepanjang tahun 2018, Permata bukukan laba sebesar Rp 901,25 miliar, Laba yang dibukukan BNLI pada tahun 2018 lebih tinggi dibandingkan tahun 2017. Pada 2018, Permata mencatatkan laba sebesar Rp 901,25 miliar. Sementara pada 2017, laba yang dicatatkan sekitar Rp 748,43 miliar. Pertumbuhan laba Bank Permata boleh dibilang fluktuatif. Pada 2014, bank ini bisa membukukan laba sebesar Rp 1,59 triliun. Namun, labanya menurun pada 2015 menjadi Rp 247,11 miliar. Bahkan, sempat minus pada 2016 dengan rugi sebesar Rp 6,48 triliun. Itu tadi beberapa fakta mengenai Bank Permata yang sahamnya dibeli Bank Bangkok. Tinggal ditunggu aja nih perkembangan Permata di tahun pasca akuisisi. Editor Mahardian Prawira Bhisma
Jakarta PT Bank Permata Tbk PermataBank resmi menyelesaikan transaksi pengalihan sebagian saham divestasi di PT Sahabat Finansial Keluarga SFK, perusahaan afiliasi PermataBank, kepada Honest Financial Technologies International Private Limited Honest sebagai pemegang saham pengendali baru. SFK juga melakukan peningkatan modal yang diikuti dengan penerbitan saham-saham baru kepada Honest. Aksi korporasi ini dilakukan berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat antara PermataBank dan Honest CSPA pada 12 Agustus 2021 dan Perjanjian Pemesanan Saham Bersyarat antara Honest dan SFK CSSA pada 12 Agustus 2022. Seluruh persyaratan pendahuluan berdasarkan CSPA dan CSSA untuk menyelesaikan transaksi ini telah terpenuhi, termasuk persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan OJK dan Bank Indonesia BI. Dengan selesainya transaksi ini, maka Honest memiliki 71,21 persen saham dalam SFK dan PermataBank tetap berhak atas 28,79 persen saham dalam SFK. Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? Direktur Utama PermataBank Chalit Tayjasanant mengatakan pihakknya menyambut baik aksi korporasi yang dilakukan terhadap SFK sebagai afiliasi dari PermataBank oleh Honest. Selama pengembangan bisnis bersama, SFK telah menjadi salah satu motor penggerak perusahaan bagi segmen pasar khusus melalui produk-produk yang unik. "Kami berharap Honest dapat menjadi mitra strategis yang membawa pengembangan bisnis SFK di berbagai lini pembiayaan konsumen serta produk keuangan dan jasa pembayaran yang inovatif," kata Chalit, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 3 Januari 2022. SFK menjadi anak perusahaan PermataBank sejak 8 Desember 2010 melalui akuisisi dari pemegang saham pengendali terdahulu sebesar 99,998 persen. Perusahaan afiliasi PermataBank ini bergerak di bidang pembiayaan dengan memanfaatkan jaringan penjualan yang tersebar luas di lima kota besar Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, dan Makassar. "Bersama Honest, kami yakin SFK dapat memberikan layanan kepada seluruh lapisan masyarakat dan memperluas akses konsumen terhadap produk keuangan," pungkasnya.